KONAWE, rubriksatu.com — Suasana haru dan penuh syukur mewarnai perayaan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha, Sabtu (21/3/2026).
Selain pelaksanaan Shalat Idulfitri berjamaah yang berlangsung khidmat, momen hari kemenangan ini menjadi titik balik bagi ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menerima Remisi Khusus (RK) keagamaan.
Sebanyak 247 warga binaan dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan masa pidana. Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya langsung bebas setelah masa hukumannya habis terpotong remisi (RK II).
Penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha di lapangan blok hunian, usai rangkaian ibadah.
Kegiatan tersebut disaksikan oleh jajaran petugas serta seluruh warga binaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Dalam amanatnya, Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha Nurhadi, menegaskan bahwa remisi merupakan bentuk apresiasi negara atas kesungguhan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
“Sebanyak 247 orang yang menerima remisi hari ini adalah mereka yang telah menunjukkan perilaku positif, disiplin, serta aktif mengikuti program pembinaan, baik kepribadian maupun kerohanian,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada dua warga binaan yang langsung bebas agar menjadikan momentum ini sebagai awal baru dalam kehidupan.
“Khusus bagi yang langsung bebas hari ini, jadikan ini sebagai bekal untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat,” tambahnya.
Adapun besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari hingga dua bulan, tergantung masa pidana yang telah dijalani serta kepatuhan terhadap aturan di dalam rutan.
Seluruh proses pengusulan remisi dilakukan secara transparan melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).
Pihak Rutan berharap pemberian remisi ini dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memperbaiki diri, menjaga ketertiban, serta menciptakan lingkungan rutan yang kondusif.
Bagi warga binaan yang langsung bebas, momen Idulfitri ini diharapkan menjadi awal baru untuk kembali ke tengah keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masyarakat.
Editor Redaksi







