KONAWE, rubriksatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Fakrudin, S.Hut., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang mencakup wilayah Tongauna, Tongauna Utara, dan Abuki, Senin (26/1/2026). Ia hadir bersama anggota DPRD lainnya, Kristian Tandabioh, S.H., M.AP., mewakili Ketua DPRD Konawe.
Dalam sambutannya, Fakrudin menegaskan bahwa kehadiran dua anggota dewan tersebut merupakan representasi seluruh anggota DPRD Konawe.
“Walaupun hanya kami berdua yang hadir, kami mewakili 30 anggota DPRD Konawe,” ujarnya.
Ia menyampaikan dukungan DPRD terhadap arah kebijakan pembangunan daerah yang dipaparkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konawe, khususnya fokus pemerataan pembangunan dari desa hingga wilayah perkotaan.
“Pembangunan ke depan diarahkan mulai dari desa. Ini upaya memperbaiki ketimpangan pembangunan yang terjadi sebelumnya,” kata Fakrudin.
Pada kesempatan itu, ia mengingatkan pemerintah desa, lurah, dan camat agar memahami mekanisme pengusulan program melalui Musrenbang dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, guna menghindari tumpang tindih usulan.
“Usulan yang sudah masuk dalam Pokir DPRD, khususnya hasil reses, sebaiknya tidak kembali diusulkan lewat Musrenbang agar perencanaan lebih tertata,” jelasnya.
Fakrudin juga menegaskan bahwa Pokir DPRD hanya dapat diperjuangkan melalui aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses.
“Pokir tidak bisa kami tampung tanpa reses. Hanya wilayah yang kami kunjungi saat reses yang dapat kami perjuangkan,” tegas politisi Partai NasDem itu.
Meski demikian, ia memastikan desa-desa yang belum tersentuh reses tetap akan diupayakan melalui pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Menutup sambutannya, Fakrudin menyoroti masih rendahnya partisipasi sebagian pemerintah desa dalam Musrenbang. Menurutnya, Musrenbang harus kembali menjadi ruang utama perencanaan pembangunan, bukan sekadar formalitas.
“Ke depan, Musrenbang harus diperkuat. Ini ruang resmi perencanaan pembangunan, bukan hanya bergantung pada Pokir DPRD,” pungkasnya.
Editor Redaksi







