Deteksi Dini Narkoba, BNN dan DP3A Konawe Skrining Urine Pelajar

KONAWE, rubriksatu.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe melaksanakan tes urine secara mendadak terhadap sejumlah siswa SMA Negeri 1 Unaaha, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan serta deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan melalui sinergi antara BNN Kabupaten Konawe dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe, dengan melibatkan pihak sekolah serta unsur terkait lainnya.

Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap sejumlah siswa menggunakan metode skrining urine. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan disaksikan langsung oleh pihak sekolah sebagai bentuk transparansi dalam pelaksanaan kegiatan.

Perwakilan DP3A Kabupaten Konawe menegaskan bahwa kegiatan skrining ini tidak bertujuan untuk menghukum siswa, melainkan sebagai langkah preventif dan edukatif agar pelajar menjauhi narkoba sejak dini.

“Apabila nantinya ditemukan hasil positif, pendekatan yang dilakukan adalah pendampingan, mulai dari konseling, rehabilitasi, hingga dukungan psikososial, agar anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Konawe, Asrianto, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan tes urine tersebut merupakan program nasional yang dilaksanakan berdasarkan instruksi BNN pusat.

“Ini adalah program deteksi dini melalui tes urine. Di SMA Negeri 1 Unaaha, sebanyak 22 siswa mengikuti skrining, dan hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif,” kata Asrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan skrining tersebut bersifat inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Meski demikian, pihak BNN Konawe masih membuka kemungkinan untuk kembali melaksanakan kegiatan serupa di kemudian hari.

“Hasil kemarin belum maksimal karena saat sidak berlangsung sekolah sedang melaksanakan kegiatan lain sehingga tidak semua siswa masuk. Selain itu, keterbatasan alat tes juga menjadi kendala sehingga belum seluruh siswa dapat dilakukan skrining,” jelasnya.

Asrianto juga menyebutkan bahwa pihak sekolah memberikan respons positif dan mendukung penuh kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba tersebut.

Melalui kegiatan ini, BNN Konawe berharap para pelajar semakin memiliki kesadaran akan bahaya narkoba serta mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *