KONI Konawe Siapkan Karantina Atlet Voli, Targetkan Prestasi Terbaik di Porprov 2026

KONAWE, rubriksatu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe mulai memperketat persiapan atlet bola voli putra dan putri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026. Targetnya tidak tanggung-tanggung, yakni meraih medali emas dan mengharumkan nama daerah.

Keseriusan tersebut ditunjukkan Ketua Umum KONI Konawe, Rusdianto, S.E., M.M., yang turun langsung memantau latihan sekaligus mengevaluasi kesiapan para atlet, Sabtu (7/11/2026).

Di hadapan para atlet dan jajaran pelatih, Rusdianto menegaskan bahwa tahapan yang sedang dijalani bukan sekadar seleksi biasa, melainkan proses evaluasi untuk menentukan pemain yang benar-benar layak memperkuat kontingen Konawe di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Kalian bukan mau diseleksi, tetapi sedang dievaluasi untuk melihat siapa yang pantas mewakili Kabupaten Konawe. Saya ingin melihat apakah persiapan kalian sudah matang, apalagi saat ini PBVSI memiliki kepengurusan baru,” tegas Rusdianto.

Ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik, keseriusan, serta tanggung jawab membawa nama daerah.

Menurutnya, para pemain yang saat ini mengikuti program persiapan merupakan atlet-atlet pilihan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi olahraga Konawe.

Rusdianto mengaku optimistis melihat kemampuan para atlet. Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa disiplin, kerja keras, dan kesungguhan dalam mengikuti setiap program latihan.

“Saya lihat kalian sudah meyakinkan. Namun, itu harus dibarengi dengan disiplin. Kita harus menargetkan medali emas di Porprov Sultra. Jadi, latihan tidak boleh main-main. Kalian harus fokus dan untuk sementara tinggalkan dulu turnamen apa pun,” pesannya.

Penegasan juga disampaikan kepada jajaran pelatih. Rusdianto meminta agar penerapan disiplin dilakukan secara tegas dan adil tanpa membedakan pemain satu dengan lainnya.

Ia tidak menginginkan adanya perlakuan istimewa terhadap atlet tertentu karena dapat memicu kecemburuan dan mengganggu kekompakan tim.

“Ke depannya saya minta pelatih harus tegas terkait disiplin karena ini tim. Tidak boleh ada perlakuan khusus karena itu bisa merusak kekompakan,” ujarnya.

Rusdianto menambahkan, seluruh cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Konawe telah berkomitmen memberikan kontribusi medali bagi daerah pada Porprov Sultra 2026.

Karena itu, ia meminta para atlet voli tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan. Kesempatan memperkuat kontingen Konawe harus dijawab dengan prestasi dan tanggung jawab.

“Kalian kami berikan peluang. Jadi, jangan mengecewakan cabang olahraga, KONI, dan daerah kita. Tunjukkan bahwa kalian memang layak menjadi wakil terbaik Kabupaten Konawe,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Konawe, Teguh Rahmat, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh atlet yang masuk dalam daftar persiapan.

Ia menegaskan, setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk memperkuat tim. Penentuan komposisi pemain nantinya akan didasarkan pada hasil evaluasi kemampuan, keterampilan, serta catatan prestasi masing-masing atlet.

“Dari beberapa nama yang ada, akan terus kami evaluasi. Kami harus menuangkan semua prestasi kalian. Ambisi olahraga saya serahkan kepada kalian, sementara saya hanya menyiapkan hak-hak kalian,” ungkap Teguh.

Teguh menjelaskan, waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar satu bulan. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut, para atlet diminta meningkatkan intensitas latihan dan memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Porprov.

Ia juga meminta para pemain untuk sementara tidak mengikuti pertandingan maupun turnamen lain agar program latihan dapat berjalan maksimal.

“Ini namanya kompetisi. Saya hanya akan mengevaluasi siapa yang berhak mewakili Konawe. Saya minta kerja sama kalian. Waktu kita hanya satu bulan untuk persiapan, jadi manfaatkan dengan baik,” katanya.

Untuk memaksimalkan kesiapan tim, PBVSI Konawe berencana menerapkan program karantina atlet dalam waktu dekat. Para pemain diminta mulai berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun tempat kerja masing-masing terkait izin mengikuti pemusatan latihan tersebut.

PBVSI, lanjut Teguh, siap membantu memfasilitasi kebutuhan administrasi dan perizinan para atlet. Jika terdapat kendala selama proses persiapan, pemain diminta segera berkomunikasi dengan panitia agar dapat dicarikan solusi.

Ia berharap seluruh atlet mampu mengoptimalkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta menjaga solidaritas dan kekompakan selama menjalani program latihan.

“Dari banyaknya atlet yang ada di Konawe, jangan sampai mengecewakan daerah. Saya minta kekompakan kalian tetap dijaga dan tunjukkan kemampuan terbaik. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk membawa nama baik Kabupaten Konawe,” tutupnya.

Dengan evaluasi yang terus berjalan, penerapan disiplin ketat, serta rencana karantina atlet, KONI dan PBVSI Konawe berharap tim bola voli putra dan putri dapat tampil maksimal sekaligus mewujudkan target medali emas pada Porprov Sultra 2026.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *