KONAWE, rubriksatu.com — Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si menegaskan pentingnya memperkuat peran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) sebagai garda terdepan dalam penanganan awal sekaligus pencegahan kebakaran di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Syamsul saat membuka kegiatan pembekalan, pelatihan, dan sosialisasi Relawan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Konawe, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para relawan yang mendapatkan pembekalan mengenai penanganan kebakaran, penyelamatan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat di wilayah masing-masing.
Menurut Syamsul, tugas pemadam kebakaran tidak sebatas memadamkan api. Petugas juga memiliki tanggung jawab dalam berbagai bentuk penyelamatan dan penanganan keadaan darurat.
Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, disertai dukungan sarana dan prasarana, dinilai penting untuk memperkuat sistem penanggulangan kebakaran di daerah.
Ia mengatakan, pembentukan Redkar di setiap desa dan kelurahan merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Para relawan, kata dia, harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, mengenali kondisi wilayah masing-masing, termasuk mengetahui sumber air serta akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
“Relawan ini adalah garda terdepan yang bertindak cepat melakukan penanganan awal atau pencegahan sebelum petugas resmi pemadam kebakaran tiba,” tegasnya.
Selain penanganan awal, Syamsul juga menekankan pentingnya peran Redkar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.
Masyarakat diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta berhati-hati ketika melakukan pembakaran lahan. Kewaspadaan dinilai semakin penting saat cuaca panas dan musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Syamsul juga meminta pembinaan terhadap Redkar dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah pelatihan dan sosialisasi selesai.
Menurutnya, pendataan relawan perlu dilakukan secara baik, meliputi identitas, wilayah tugas, hingga nomor kontak. Data tersebut diperlukan untuk mempercepat koordinasi ketika terjadi keadaan darurat di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah didorong menyediakan seragam dan atribut identitas resmi bagi para relawan agar mudah dikenali ketika menjalankan tugas.
Ia juga mendorong rekrutmen relawan dilakukan secara berkala setiap tahun. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas cakupan pelayanan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Konawe.
“Pantang pulang sebelum api padam,” demikian semangat yang ditekankan Syamsul kepada para relawan pemadam kebakaran sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan pembekalan tersebut, para relawan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik dalam menghadapi kebakaran, memperkuat koordinasi, serta aktif melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing.
Sinergi pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan serta mewujudkan penanganan kebakaran yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif di Kabupaten Konawe.
Editor Redaksi






